Strategi Pengusaha Riau Hadapi Pelemahan Rupiah

16.00

Bisnis.com, PEKANBARU - Tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar beberapa waktu terakhir, memaksa pengusaha membuat sejumlah langkah antisipatif.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Riau Wijatmoko Rah Trisno mengatakan saat ini pelaku usaha yang bergerak di bidang mesin-mesin besar sangat terdampak dari pelemahan nilai rupiah.

"Contohnya pengusaha yang menang tender memasang mesin besar, tentu alat-alatnya didatangkan langsung dari luar dan dia harus mengeluarkan biaya lebih untuk itu," katanya kepada Bisnis, Senin (10/8/2015).

Akibatnya, biaya operasional dan belanja perusahaan membengkak dan tentunya laba yang telah diperkirakan malah tergerus.

Untuk menyiasati hal itu, beberapa pengusaha terpaksa membuat klausul tambahan pada perjanjian kerja yang bakal dilakukan.

Pada klausul itu disebutkan, apabila nilai tukar rupiah berada pada level tertentu, nilai proyek yang dikerjakan harus disesuaikan dengan kondisi tersebut.

"Kami menyebut upaya ini membuat klausul 'ajaib', karena kalau tidak begitu pengusaha akan merugi dan tentu memberatkan sekali," katanya.

Sementara itu untuk pengusaha yang sebagian besar masih mengandalkan produksi perkebunan seperti kelapa sawit, tidak terlalu merasakan dampak pelemahan nilai tukar ini, karena dengan prioritas produk untuk ekspor, pengusaha bidang itu malah merasakan dampak positifnya.

Selain mendapatkan untung dari nilai tukar, harga sawit di dalam negeri cenderung melemah sehingga beban produksi bisa ditekan.

"Jadi ada dampak positif dan negatifnya dari pelemahan nilai tukar ini, tapi kami harapkan kondisi ini jangan terlalu sering karena rata-rata harian dalam sebulan ini cenderung naik," katanya.

Adapun dalam beberapa hari terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dollar terus melemah, hingga saat ini sudah menyentuh angka Rp13.500 per USD.

Sumber Berita dan Gambar:
http://sumatra.bisnis.com/m/read/20150811/23/59541/strategi-pengusaha-riau-hadapi-pelemahan-rupiah

Share this

Related Posts

First