80 Persen Limbah Domestik Cemari Ciliwung

Luluk Uliyah's picture
Versi printer-friendly

BeritaJakarta, Jakarta. 80 persen pencemaran di Sungai Ciliwung disebabkan karena limbah domestik. Dan tak kurang 108 titik tumpukan sampah yang merupakan lokasi pembuangan sampah di bantaran Sungai Ciliwung.

 

 

80 Persen Limbah Domestik Cemari Ciliwung

 

BERITAJAKARTA.COM — 18-02-2012 14:29

Rendahnya kesadaran masyarakat menjaga lingkungan, membuat Sungai Ciliwung yang harusnya optimal menampung air hujan, kini telah kotor dengan banyaknya sampah rumah tangga atau limbah domestik. Bahkan, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) 80 persen pencemaran di Sungai Ciliwung disebabkan karena limbah domestik.

 

Selain itu, berdasarkan hasil investigasi terdapat 108 titik tumpukan sampah yang merupakan lokasi pembuangan sampah di bantaran Sungai Ciliwung.

 

"Ratusan tahun yang lalu, Sungai Ciliwung menjadi sarana transportasi utama bagi penduduk. Bahkan di daerah Jakarta Kota, berdiri Pelabuhan Kalapa yang merupakan cikal bakal Pelabuhan Sunda Kelapa, salah satu pelabuhan terbesar di nusantara pada zamannya," kata Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta, saat kegiatan Demonstrasi Pembersihan Sungai Ciliwung oleh Gerakan Ciliwung Bersih (GCB) di kawasan Jl KH Mas Mansyur, Tanahabang, Jakarta Pusat, Sabtu (18/2).

Dari dulu hingga sekarang, lanjutnya, banyak penduduk Jakarta yang menggunakan air Sungai Ciliwung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, sambung Fauzi, seiring bertambahnya penduduk yang bermukim di bantaran Sungai Ciliwung dan belum baiknya pengelolaan limbah cair dan padat khususnya di wilayah sekitar Ciliwung, menyebabkan daya tampung sungai semakin berkurang.  

 

"Kondisi kualitas air Sungai Ciliwung saat ini sudah tercemar. Hal ini juga disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga dan melestarikan Sungai Ciliwung," ujarnya.

 

Menurut Fauzi, demonstrasi pembersihan sungai Ciliwung yang dilakukan dapat menjadi batu loncatan penting dalam revitaliasi gerakan ciliwung bersih. Selain itu, diharapkan juga dapat menggulirkan kegiatan atau program yang lebih besar dengan melibatkan peran swasta.

 

Menteri Lingkungan Hidup RI, Balthasar Kambuaya, menjelaskan saat ini Sungai Ciliwung mengalir melewati 74 kelurahan yang mencakup lima wilayah kota. Namun, di beberapa tempat terdapat pemukiman liar dan kumuh pada bantaran kali yang tingkat populasinya cukup tinggi sehingga menyebabkan tingginya volume sampah dan limbah cair domestik yang dibuang ke sungai.

 

Dikatakannya, pencemaran air Sungai Ciliwung 80 persen berasal dari kegiatan rumah tangga. Selain itu, terdapat sekitar 400 kegiatan usaha yang secara langsung maupun tidak pembuangan air limbahnya ke Ciliwung. "Bahkan berdasarkan hasil investigasi terdapat 108 titik tumpukan sampah yang merupakan lokasi pembuangan sampah di bantaran Sungai Ciliwung," katanya.

 

Dari jumlah itu, sebanyak 10 titik tumpukan sampah telah ditutup. Namun, dari pengamatan di lapangan masih banyak ditemukan masyarakat yang menghuni bantaran sungai. Pihaknya mencatat ada sebanyak 26.818 KK yang menghuni bantaran Sungai Ciliwung. Sehingga, terjadinya sedimentasi serta penyempitan sungai dan tingginya pencemaran semakin menjadi-jadi.

 

"Kondisi lingkungan Sungai Ciliwung semakin memburuk mengingat laju permasalahan lebih cepat daripada aksi yang dilakukan. Oleh sebab itu, diperlukan komitmen bersama untuk segera memulihkan kondisi kualitas Sungai Ciliwung," ujarnya.

 

Menteri Pekerjaan Umum, Joko Kirmanto, menyebutkan, panjang Sungai Ciliwung mencapai 130 kilometer, dengan hulu yang terletak di kawasan Gunung Pangrango, Jawa Barat dan hilir yang terletak di kawasan Teluk Jakarta. Menurutnya, dari 13 sungai yang mengalir di Jakarta, Sungai Ciliwung memiliki dampak yang paling luas ketika musim hujan tiba. Karena, sungai tersebut mengalir melalui tengah kota Jakarta dan melintasi banyak pemukiman. "Sungai ini juga dianggap yang paling parah mengalami kerusakan dibanding sungai lainnya. Tercatat, sebanyak 360 ribu meter kubik sampah yang dibuang ke sungai ini setiap harinya," ujar Joko.

 

Sementara itu, Ketua GCB, Erna Witoelar, menambahkan, GCB yang telah berdiri sejak 20 tahun lalu memang didirikan untuk menyelesaikan masalah tersebut secara besama dan terpadu menuju Ciliwung yang bersih. Menurutnya, sudah ada 59 institusi baik dari pemerintah pusat, daerah, perguruan tinggi, LSM serta dunia usaha yang juga punya komitmen untuk menjadikan Ciliwung tetap bersih.

Sebar tulisan ini di .. Share/Save

HIV/AIDS

10.05.2012

Tribunnews, Lampung. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan serius dalam upaya penanggulangann HIV/AIDS dengan meningkatkan VCT dan menambah...

PEB

15.05.2012

SatuDunia, Jakarta. Centre for Orangutan Protection (COP) menggelar pameran foto bertema Save or Delete di Solo pada 12-13 Mei 2012.

IKLIM

15.05.2012

FBC-Padang Pariaman. Bila petani dapat memanfaatkan gas hasil fermentasi, otomatis petani sudah tidak banyak bergantung pada bahan bakar...

ICT/IKPT

16.05.2012

SatuDunia, Jakarta. Selasa (15/5), salah satu staf SatuDunia (OneWolrd-Indonesia) menjadi narasumber dalam pelatihan advokasi media. Materi...