Bangun Kembali Budaya Ketahanan Pangan Lokal

Luluk Uliyah's picture
Versi printer-friendly

Sumbaisland, Waikabubak. Budaya ketahanan pangan local perlu dibangun kembali untuk menjadi penopang ketangguhan ketahanan pangan nasional

 

January 5, 2012

Bangun Budaya Ketahanan Pangan Lokal

 

WAIKABUBAK,  Mantan Gubernur NTT, Herman Musakabe, minta Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat, Jubilate Pieter Pandango, S.Pd, M.Si, dan Reko Deta, S.IPem serta seluruh masyarakat Sumba Barat agar membangun kembali budaya ketahanan pangan lokal. Ketahanan pangan lokal dan kearifan lokal akan menjadi  penopang utama ketangguhan ketahanan pangan nasional.

 

Budaya menanam berbagai tanaman lokal seperti jagung, umbi-umbian, kacang dan lain-lain harus ditumbuhkembangkan guna meningkatkan ketahahan ekonomi masyarakat. Bila ekonomi daerah kuat maka ekonomi nasional kuat pula.

Herman Musakabe mengatakan hal itu saat memberi kuliah umum yang diikuti  pimpinan SKPD, DPRD dan CPNSD tahun 2010/2011 di Aula Gedung Karya Siaga-Waikabubak, Rabu (4/5/2011).

 

Musakabe mengatakan, warga NTT harus bangga memiliki keunggulan berbagai makanan alternatif ketimbang daerah lain seperti di Jawa yang cenderung hanya berpatokan pada beras (padi).

Dengan demikian bila cadangan beras menipis/habis, maka menggoyahkan ekonomi yang berdampak mengganggu ketahanan nasional. “Sungguh luar biasa NTT memiliki bahan makanan alternatif  cukup banyak sehingga bila stok beras warga menipis atau habis masih bisa mengonsumsi umbi-umbian, jagung, kacang dan lain-lain. Kondisi kehidupan ekonomi warga tentu tetap terpelihara baik,” kata Musakabe.

 

Kuliah umum ini dipandu Bupati Sumba Barat, Jubilate Pieter Pandango, S.Pd, dengan topik ‘Pengaruh Ketahanan Pangan Nasional terhadap Pembangunan Daerah’ menguak berbagai problema perjuangan bangsa, baik dari sisi keberhasilan, kekurangan maupun harapan ke depan akan sebuah bangsa yang tangguh baik secara ekonomis, politik, sosial budaya, hukum maupun pertahanan keamanan bangsa ini.

 

Menurut Musakabe, periodisasi kepemimpinan bangsa silih berganti dengan menorehkan berbagai keberhasilan, kekurangan dan tentu menjadi tugas bersama segenap komponen bangsa ini termasuk masyarakat NTT, lebih khusus masyarakat Sumba Barat agar perlu proaktif mengambil bagian menjaga keutuhan NKRI sebagai sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat.

Karenanya kontribusi pemikiran bagi perkembangan bangsa ini menjadi tuntutan perjuangan bersama.  (pet)*pos-kupang

Sebar tulisan ini di .. Share/Save

HIV/AIDS

10.05.2012

Tribunnews, Lampung. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan serius dalam upaya penanggulangann HIV/AIDS dengan meningkatkan VCT dan menambah...

PEB

15.05.2012

SatuDunia, Jakarta. Centre for Orangutan Protection (COP) menggelar pameran foto bertema Save or Delete di Solo pada 12-13 Mei 2012.

IKLIM

15.05.2012

FBC-Padang Pariaman. Bila petani dapat memanfaatkan gas hasil fermentasi, otomatis petani sudah tidak banyak bergantung pada bahan bakar...

ICT/IKPT

16.05.2012

SatuDunia, Jakarta. Selasa (15/5), salah satu staf SatuDunia (OneWolrd-Indonesia) menjadi narasumber dalam pelatihan advokasi media. Materi...