Jangan Kucilkan Penderita AIDS
JambiEkspress, Jambi. Penderita HIV/AIDS (ODHA) tak boleh dikucilkan, karena akan membuat mereka tersisihkan.
Selasa, 10 Mei 2011 10:49
Jangan Kucilkan Penderita AIDS
JAMBI - Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) jangan dikucilkan. Sebab, hal itu bisa membuat orang yang terinfeksi virus tersebut menjadi depresi karena merasa tersisihkan. Hal ini disampaikan oleh H M Nuh, Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Dirjen Kementerian Kesehatan RI dalam kegiatan sosialisasi mengenai HIV/AIDS di ruang pola Pemerintahan Kota Jambi kemarin (09/05).
Dikatakannya, virus HIV/AIDS tersebut hanya bisa menular melalui tiga cara, yaitu karena hubungan badan dengan orang yang positif terjangkit virus itu dan tidak memakai pengaman seperti kondom. Kemudian, dengan penggunaan jarum suntik secara bergantian. Begitu pula melalui tranfusi darah.
“Tapi mengenai tranfusi darah itu masyarakat jangan lagi khawatir. Karena, PMI sudah menetapkan cara screaning kepada darah yang akan didonorkan oleh seseorang. Kemudian selanjutnya penularan dari jani ibu kepada anak. Tapi ini bisa di geha dengan cara PMTCT (preventing mother-to child transmission),” jelasnya.
Di kesempatan itu, dia juga menjelaskan, bahwa virus HIV/AIDS bukan terletak pada cairan seperti air liur. Namun, virus ini hanya berada di cairan vagina, air mani dan darah. “Jadi, pada air liur atau air mata tidak ada. Belum pernah ada kasus yang saya dengar kalau penyakit ini menular karena terkena air mata ataupun air liur,” tukasnya.
Jadi, katanya, tidak ada alasan sama sekali orang harus merasa khawatir yang berlebihan, tidak ada alasan untuk mengucilkan ODHA. “Yang harusnya dimusuhi itu adalah virusnya, bukan malah sebaliknya, orangnya yang dimusuhi,” jelasnya.
Adapun yang ingin ditekankan dalam kegiatan sosialisasi itu adalah untuk memberikan pengetahuan dan peningkatan pemahaman orang tentang virus yang belum diketahui apa obatnya itu. Ketika diwawancarai, Nuh mengatakan, penderita virus itu meminum obat khusus untuk pengidap virus tersebut agar bisa terus bertahan dan meningkatkan sistem kekebalan dalam tubuhnya.
Sebab, seperti diketahui, virus ini mematikan sistim imunitas seseorang yang menjadi penderitanya. “Orang yang terinfeksi harus selalu meminum obat antibiotiknya secara rutin. Ini untuk menekan perkembangan virus tersebut di dalam darah. Misalnya, ada seratus virus di dalam darah, dengan minum itu bisa mematikan sembilan puluh diantaranya. Tapi memang yang sepuluh lainnya tidak bisa dimatikan, karena kita belum menemukan obatnya,” katanya.
Dia mengibaratkan dengan orang yang menderita penyakit diabetes. “Apakah orang yang mengidap diabetes atau hipertensi itu bisa sembuh. Tidak bisa,” tukasnya.
“Jadi, dengan meminum obat itu bisa mengendalikan pertumbuhan virus itu di dalam darah,” lanjutnya.
Sementara itu, Arif Munandar, Assisten I Setda Kota Jambi mengatakan, untuk menghilangkan diskriminasi kepada pengidap virus HIV/AIDS itu perlu peran serta ulama dan tokoh masyarakat untuk memberikan pengetahuan kepada warga bahwa virus itu tidak akan menular kepada orang lain dengan cara hanya bersenggolan atau bersenggolan.
“Tujuannya agar semua bisa hidup nyaman secara bersama dan berdampingan di dalam masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan, di Kota Jambi, kasus serupa yang sudah pernah terjadi sudah mencapai 492. “Itu sudah mengena baik pada anak-anak maupun orang dewasa,” pungkasnya.
(wsn)
Sebar tulisan ini di ..



