Jumlah ODHA Di Sumut Terus Bertambah

Luluk Uliyah's picture
Versi printer-friendly

Beritasore, Medan. Meningkatnya jumlah penderita HIV/AIDS di Sumatera Utara ternyata belum diimbangi dengan pembinaan layanan hingga ke tingakt kabupaten.

 Jumlah ODHA Di Sumut Terus Bertambah

 

Posted by Redaksi on Mei 19, 2011 · Leave a Comment

 

MEDAN (Berita) : Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumatera Utara dinilai masih belum maksimal dalam melakukan penanggulangan penyakit HIV/AIDS. Meski telah diberikan pelatihan kepada petugas untuk upaya penanggulangan HIV/AIDS, namun belum ada pembinaan layanan hingga ke kabupaten/Kota.

 

“Ada 10 ribu orang kelompok resiko tinggi di kabupaten. Untuk satu pemeriksaan biayanya Rp10 ribu. Tapi perlu juga untuk KIE dan preventifnya,” sebut Kadis Kesehatan Sumut, dr Candra Syafei SpOG, melalui Proyek Manager Global Fund, Andi Ilham Lubis, Rabu (18/05), di ruangannya.

 

Berdasarkan laporan layanan klinik VCT, lebih dari 50 persen penderita HIV/AIDS yang telah ditemukan. Dari jumlah kumulatif  ditemukan sekitar 4000 Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Sumut. Berdasarkan estimasi pada 2009 ditemukan jumlah ODHA sebanyak 7075 orang. “Berarti lebih 50 persen yang sudah ditemukan dari laporan layanan klinik VCT,” ujarnya.

 

Dijelaskan Andi, kasus tersebut banyak di Medan dikarenakan adanya rumah sakit type A dan jumlah klinik VCT. Saat ini ada 23 klinik VCT yang aktif seperti di Medan, Deli Serdang, Binjai, Sergei, T Tinggi, Siantar, Simalungun, Asahan, Tj Balai, Karo, Labura, Lab Batu, Tapsel, Tobasa, Taput dan G Sitoli. Namun, 17 kab/kota lagi belum memiliki klinik VCT.

 

“Seperti pasien yang mengalami sesak nafas atau TB diperiksa dokter tapi tidak bisa menegakkan diagnosa dikarenakan  SDM yang belum terlatih dan bahan reagan yang tidak ada, terutama pada daerah yang belum memiliki klinik VCT. Jadi dokternya hanya mendiagnosa dari penyakit penyertanya saja dan diobati. Namun, tidak memeriksa kekebalan tubuh pasien,” kata Andi.

 

Berdasarkan Inpres No 3 Tahun 2010 di Indonesia, sambung Andi, paling tidak ada sekitar 400 ribu orang yang harus di konseling, dan mungkin Sumut ada 40 ribu. Sementara pelayanan hanya didukung Global Fund dan tidak ada dana bantuan lain di daerah. Jadi, program HIV bisa tidak berjalan. Sementara dari angka 7075 ODHA ini mobilitas faktor resikonya tinggi antara lain dikarenakan pekerjaannya seperti WTS.

 

“Makanya harus aktif ke lapangan mencari dan menemukan kasus ke kelompok resiko tinggi dan melakukan penyuluhan. Agar yang terkena tidak menularkan pada orang lain,” pungkasnya. (don)

 

Sebar tulisan ini di .. Share/Save

HIV/AIDS

10.05.2012

Tribunnews, Lampung. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan serius dalam upaya penanggulangann HIV/AIDS dengan meningkatkan VCT dan menambah...

PEB

15.05.2012

SatuDunia, Jakarta. Centre for Orangutan Protection (COP) menggelar pameran foto bertema Save or Delete di Solo pada 12-13 Mei 2012.

IKLIM

15.05.2012

FBC-Padang Pariaman. Bila petani dapat memanfaatkan gas hasil fermentasi, otomatis petani sudah tidak banyak bergantung pada bahan bakar...

ICT/IKPT

16.05.2012

SatuDunia, Jakarta. Selasa (15/5), salah satu staf SatuDunia (OneWolrd-Indonesia) menjadi narasumber dalam pelatihan advokasi media. Materi...