Kisah Kepatuhan Julia, yang Menggugah Inspirasi
Satudunia, Jakarta. Sore itu ada suasana lain, ada atmosfir kegembiraan di Poli Rumah Sakit Dharmais. Pasalnya, salah seorang sahabat ODHA (orang dengan HIV/AIDS) -- sebut saja namanya Julia – telah patuh menggunakan obat antiretroviral (ARV) selama sepuluh tahun. Ia pun terlihat sehat-sehat saja.
Pada tahun 2001, Julia pernah dirawat di sebuah Rumah Sakit sekitar 2 bulan. Ia dirawat akibat infeksi oportunistik, salah satunya adalah tuberkulosis (TBC/TB). Julia berhasil dengan baik melawan TB-nya, dan dia mulai minum obat ARV Zidovex LN, yaitu Zidovudin, Lamivudin, Nevirapin buatan India. Julia sangat patuh untuk menjaga kondisi tubuhnya dengan rutin meminum ARV sampai tahun 2002.
Mulai tahun 2002 obat ARV yang tersedia adalah obat ARV buatan Thailand (GPO). Julia pun akhirnya menggunakan obat buatan Thailand sampai 2004. Namun pada tahun 2004, perusahaan farmasi dalam negeri, PT Kimia Farma mulai memproduksi obat Duviral dan Neviral. Obat tersebutlah yang dikonsumsinya sampai sekarang.
Akibat kepatuhan Julia mengkonsumsi ARV, hasil pemantauan bulan Februari ini CD4-nya melebihi 1.000, dan viral load-nya tak terdeteksi. Bahkan kondisinya saat ini benar-benar sangat fit.
Tak heran, sebagai ucapan syukur, teman-teman Julia di Poli Dharmais mengadakan sedikit acara syukuran. Acara tersebut sebagai bentuk penghargaan terhadap Julia. Salah seorang dokter, Dr Indah Sp PD, diam-diam telah membelikan sebuah arloji cantik sebagai hadiah.
Semua orang di poli itu mengungkapkan kebahagian dengan berfoto ria. Mereka gembira karena sahabat ODHA kita dalam keadaan sehat.
Semoga kisah Julia ini dapat menjadi tauladan bagi teman-teman ODHA lain agar patuh dan rajin minum obat ARV, dan tentunya dengan terus tetap menjaga kondisi kesehatan dengan baik.
Tetap sehat, tetap semangat!
Samsuridjal Djauzi
Sumber: www.pokdisusaids.com
Keterangan:
Apakah CD4 itu ?
CD4 adalah sebuah marker atau penanda yang berada di permukaan sel-sel darah putih manusia, terutama sel-sel limfosit. CD4 pada orang dengan sistem kekebalan yang menurun menjadi sangat penting, karena berkurangnya nilai CD4 dalam tubuh manusia menunjukkan berkurangnya sel-sel darah putih atau limfosit yang seharusnya berperan dalam memerangi infeksi yang masuk ke tubuh manusia. Pada orang dengan sistem kekebalan yang baik, nilai CD4 berkisar antara 1400-1500. Sedangkan pada orang dengan sistem kekebalan yang terganggu (misal pada orang yang terinfeksi HIV) nilai CD4 semakin lama akan semakin menurun (bahkan pada beberapa kasus bisa sampai nol).
Apa fungsi sel CD4 ini sebenarnya ?
Sel yang mempunyai marker CD4 di permukaannya berfungsi untuk melawan berbagai macam infeksi. Di sekitar kita banyak sekali infeksi yang beredar, entah itu berada dalam udara, makanan ataupun minuman. Namun kita tidak setiap saat menjadi sakit, karena CD4 masih bisa berfungsi dengan baik untuk melawan infeksi ini. Jika CD4 berkurang, mikroorganisme yang patogen di sekitar kita tadi akan dengan mudah masuk ke tubuh kita dan menimbulkan penyakit pada tubuh manusia.




