Musim Hujan Harus Waspada Diare dan DBD

Luluk Uliyah's picture
Versi printer-friendly

Pontianakpost, Sungai Raya. Datangnya musim hujan perlu diwaspadai, untuk menghindari penyakit diare dan demam bedarah yang kerap melanda

 

Jum'at, 13 Januari 2012

HAKLI: Waspada Diare dan DBD

 

SUNGAI RAYA—Musim hujan mulai datang. Masyarakat Kalbar-Kubu Raya diminta mewaspadai penyakit diare dan demam berdarah. Pasalnya Indonesia memang selalu mengalami musim ini setiap tahun. Penyebabnya adalah perubahan iklim.Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Cabang Kubu Raya, Trisnaldi mengatakan masyarakat harus waspada terhadap penyakit demam berdarah termasuk diare. ”Kubu Raya daerah rentan penyakit akibat perubahan iklim. Makanya harus dilakukan beragam gebrakan,” ujarnya.

 

Gebrakan tersebut, lanjutnya, melakukan program 3M (menguras, menutup, mengubur). Hal itu dilakukan guna menekan menyebarnya virus dengue (DBD) yang dibawa nyamuk aedes agypti dewasa. “Musim penghujan penyakit diare pada anak-anak mudah muncul, termasuk pula nyamuk,” ujarnya.Selain itu, sambungnya, kerjasama lintas sektoral dan peran masyarakat dalam penanganan dan pemberantasan DBD harus juga dilakukan. “DBD bukanlah penyakit orang per orang. Akan tetapi penyebarannya bersifat menyeluruh. Karena itu, jika penanganannya tidak tepat dan merata akan menjadi KLB seperti pada tahun 2010 lalu," ucapnya.

 

Ia kemudian memberikan contoh kalau dalam satu komplek atau lingkungan di fogging tapi ada satu atau dua rumah yang tidak mau di fogging maka akan sia-sia. Untuk itu, ia mengimbau warga bersedia rumahnya di fogging. Kemudian secara berkala melakukan abatisasi dan 3M Plus berupa menutup, menguras, mengubur plus pencegahan seperti menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, menanam pohon dan binatang yang dapat mengusir atau memakan nyamuk dan jentik nyamuk.

 

Kepala Plt Dinas Kesehatan Kubu Raya, Titus Nursiwan beberapa waktu lalu menyampaikan dalam kurun waktu 12 bulan terakhir dari  Januari 2011 terdapat puluhan serangan penderita DBD. Dari jumlah tersebut, satu diantaranya pernah meninggal dunia. Namun sempat disangsikan dinas karena sebelumnya dibawa dari Sambas. ”Puluhan penderita telah sembuh setelah dirawat di puskesmas," ucapnya.

 

Ia menyampaikan penyakit DBD jelas tersebar di beberapa wilayah kerja Puskesmas. Mulai Puskesmas Sui Durian, Sungai Ambawang, Sungai Kakap dan Sui Raya Dalam. Untuk penangannya Dinkes Kubu Raya pernah meminta petugas puskesmas banyak terjun ke lapangan. Begitu pula upaya pencegahan dilakukan bekerjasama dengan desa dalam menekan lebih banyak jatuhnya korban. Salah satu caranya fogging, abatesasi dan kebersihan lingkungan. “Khusus gerakan fogging sudah kita lakukan di beberapa daerah seperti Sungai Raya, Sungai Kakap dan Sungai Ambawang," katanya. Trisnaldi meminta selain waspadai terhadap serangan demam berdarah, untuk diare juga harus diwaspadai. Jangan anggap penyakit ini kecil. ”Sudah banyak nyawa hilang. Makanya harus dihindarkan dengan menjaga kebersihan,” ungkap dia.(den)

Sebar tulisan ini di .. Share/Save

HIV/AIDS

10.05.2012

Tribunnews, Lampung. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan serius dalam upaya penanggulangann HIV/AIDS dengan meningkatkan VCT dan menambah...

PEB

15.05.2012

SatuDunia, Jakarta. Centre for Orangutan Protection (COP) menggelar pameran foto bertema Save or Delete di Solo pada 12-13 Mei 2012.

IKLIM

15.05.2012

FBC-Padang Pariaman. Bila petani dapat memanfaatkan gas hasil fermentasi, otomatis petani sudah tidak banyak bergantung pada bahan bakar...

ICT/IKPT

16.05.2012

SatuDunia, Jakarta. Selasa (15/5), salah satu staf SatuDunia (OneWolrd-Indonesia) menjadi narasumber dalam pelatihan advokasi media. Materi...