Pasien HIV/AIDS Dipulangkan Paksa

Luluk Uliyah's picture
Versi printer-friendly

SumbaIsland, Waingapu. Seorang pasien HIV/AIDS yang dirawat di RS Immanuel Sumba dipulangkan paksa oleh anggota keluarganya karena kondisinya sudah memprhatinkan

 

Pasien AIDS Dipulangkan ke Rumah

WAINGAPU, Seorang perempuan yang terinfeksi virus HIV/AIDS dipulangkan paksa oleh keluarganya ke rumahnya, setelah dirawat di Rumah Sakit Immanuel Sumba.

Direktur Rumah Sakit (RS) Immanuel Sumba, dr. Dany, dikonfirmasi Pos Kupang di ruang kerjanya, Selasa (17/11/2009), membenarkan pemulangan pasien AIDS itu oleh keluarganya.

Dany menjelaskan, saat dibawa ke rumah sakit, virus yang diidap pasien sudah mencapai stadium AIDS dan kondisi fisiknya sudah memrihatinkan. “Pasien sudah menunjukkan erupsi kulit (kulit bersisik), kandidiasis mulut (mulut berjamur) dan luka kelenjar serta timbul bercak biru ungu pada kulit,” kata Dany.

Setelah beberapa hari pasien itu dirawat di RS Immanuel, kata Dany, pihak keluarga akhirnya meminta pulang dan manajemen RS Immanuel tidak bisa berbuat banyak.

Dany mengungkapkan, perempuan itu memiliki suami dan dua anak. Namun Dany tidak memastikan, apakah suami dan kedua anak dari perempuan itu juga terinveksi virus HIS/AIDS atau tidak.

Dengan temuan kasus HIV/AIDS itu, Dany meminta masyarakat Sumtim untuk lebih mewaspadai penularan virus tersebut. Fenomena HIV/AIDS, seperti fenomena gunung es, di mana jumlah warga pengidap yang terdata itu hanya sedikit, padahal pengidap yang tidak terdata lebih banyak lagi.

Sesuai hasil penelitian Badan Kesehatan PBB, jelas Dany, satu pengidap HIV mampu menularkan virus itu kepada 100 orang. Sedangkan satu pengidap AIDS, mampu menularkan virus kepada 200 orang. “Jika hal itu benar, maka dari delapan pengidap AIDS yang ditemukan ini, bisa dikatakan telah menularkan virus itu kepada 1.600 orang di daerah ini. Karena itu, saya mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap penyakit ini,” tegas Dany.

Dany menjelaskan, HIV/AIDS berpotensi menular melalui hubungan seks (anal, oral vagina) yang tidak terlindung dengan penderita HIV/AIDS, transfuse darah atau penggunaan jarum suntik secara bergantian, ibu hamil penderita HIV kepada bayi yang dikandungnya. Namun, virus HIV tidak menular melalui jabatan tangan, sentuhan, ciuman, pelukan, menggunakan peralatan makan minum yang sama, gigitan nyamuk, memakai jamban/ WC yang sama atau tinggal serumah.

Dany mengungkapkan, HIV/ AIDS baru akan terdeteksi pada diri seseorang pada 5-10 tahun setelah orang itu terjangkit. Saat ini di Sumba sudah ditemukan delapan kasus HIV/AIDS. (dea)

Sebar tulisan ini di .. Share/Save

HIV/AIDS

10.05.2012

Tribunnews, Lampung. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan serius dalam upaya penanggulangann HIV/AIDS dengan meningkatkan VCT dan menambah...

PEB

15.05.2012

SatuDunia, Jakarta. Centre for Orangutan Protection (COP) menggelar pameran foto bertema Save or Delete di Solo pada 12-13 Mei 2012.

IKLIM

15.05.2012

FBC-Padang Pariaman. Bila petani dapat memanfaatkan gas hasil fermentasi, otomatis petani sudah tidak banyak bergantung pada bahan bakar...

ICT/IKPT

16.05.2012

SatuDunia, Jakarta. Selasa (15/5), salah satu staf SatuDunia (OneWolrd-Indonesia) menjadi narasumber dalam pelatihan advokasi media. Materi...