Terkikisnya Hak Warga Negara di Era Konvergensi Telematika
Satu Dunia, Jakarta. Usulan kebijakan pemerintah dalam RUU Konvergensi Telematika hanya melihat warga negara sebatas konsumen telematika. Sementara hak-haknya sebelum menjadi konsumen telematika tidak mendapatkan pengakuan
Siaran Pers Bersama Satu Dunia, ICT Watch, Media Link, 27 Desember 2011
Refleksi Telematika Akhir Tahun 2011: Terkikisnya Hak Warga Negara di Era Konvergensi Telematika
Pada akhir November 2011, sebuah berita mengabarkan bahwa, 90 orang telah menjadi korban dalam antrean Blackberry 'Murah', tiga orang diantaranya Patah Tulang. Sementara awal Desember 2011, publik digemparkan oleh aksi pembunuhan terhadap Christopher Melkey Tanujaya. Seperti diberitakan di media massa, sang pembunuh mengincar smart phone BlackBerry milik Christopher Melkey Tanujaya.
Sikap konsumtif masyarakat kita terhadap produk-produk telematika (Telekomunikasi dan Informatika) ini harusnya mendapat perhatian kita semua, terutama pemeritah. Namun, nampaknya pemerintah sepertinya mendukung munculnya sikap konsumtif masyarakat kita tersebut. Hal itu terlihat dari usulan kebijakan pemerintah dalam RUU Konvergensi Telematika, yang melihat warga negara hanya sebatas konsumen telematika. Sementara hak-haknya sebelum menjadi konsumen telematika tidak mendapatkan pengakuan.
Hak warga negara lainnya yang mulai terkikis di era digital pada tahun 2010 ini adalah hak kebebasan berekspresi. Pasal karet pencemaran nama baik di UU ITE menjadi penghalang kebebasan berekspresi warga negara. Hal itu dikarenakan dalam sejarahnya, pasal pencemaran nama baik sering dipakai oleh pihak yang berkuasa, baik secara ekonomi maupun politik, untuk membungkam sikap kritis dari masyarakat.
Hak warga berikutnya yang juga mulai terkikis adalah hak publik untuk mendapatkan informasi yang beragam. Kemajuan teknologi telematika yang menagarah ke konvergen, dimanfaatkan oleh pemilik modal untuk memperkuat basis konglomerasi medianya. Kepemilikan media televisi, cetak, radio dan portal berita online di satu tangan telah menimbulkan dominasi wacana. [ ]




