TDA (Komunitas Tangan Diatas) Gelar Pesta Wirausaha di Batam

21.29

Kepri - Komunitas Tangan Di Atas (TDA) kembali mengelar Pesta Wirausaha daerah yang diselenggarakan di gedung Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) selama empat hari mulai Kamis (16/11) hingga Minggu (19/11).


"TDA merupakan komunitas wirausaha terbesar di Indonesia, sejak 2007 rutin menggelar hajatan bertajuk wirausaha ini," kata Direktur Pesta Wirausaha TDA 5.0, Ferdian, di Batam, Jumat.

Ia mengatakann awalnya acara tersebut diberi nama milad TDA, namun berubah menjadi Pesta Wirausaha pada 2010. Ferdian menjelaskan saat ini kepengurusan TDA sudah menginjak yang kelima dan tema besar yang diambil selama dua tahun ke depan adalah semangat #ScaleUpSpirit.

"#ScaleUpSpirit adalah penyatu identitas dan semangat di TDA yang menjadi semakin relevan mengingat kondisi perekonomian Indonesia yang sedang tak menentu," katanya.

Ferdian percaya rangkaian acara Pesta Wirausaha bisa menjadi ajang untuk menumbuhkan optimisme, meningkatkan kapasitas dan saling memfasilitasi para pengusaha agar bisa berkolaborasi serta slaing menguatkan.

"Saya mendorong temen-temen TDA di seluruh daerah untuk bisa mengadakan Pesta Wirausaha dan sekarang 'kick off'nya dimulai dari Batam," ujarnya. Ia juga mengatakan Batam menjadi satu diantara rangkaian Pesta Wirausaha akan menjadi semangatnya dan menyebar di 60 kabupaten kota di Indonesia.

TDA lanjut Ferdian saat ini juga ada di lima negara yaitu Indonesia, Singapura, Hongkong, Australi dan Mesir. Serta tersebar di 61 daerah di Indonesia yang melayani lebih dari enam ribu anggota terdaftar dan belasan ribu simpatisan.

TDA kata Ferdian bermitra dengan komunitas aksi cepat tanggap (ACT) untuk  pemberdayaan wakaf dari masyarakat dan kembali disalurkan kepada masyarakat.  Dana yang digelontorkan diberinama permodalan investasi. "Kita menyebutnya Permadani yang dikumpulkan dari teman-teman TDA," ujarnya.

Presiden TDA 5.0 Baidillah Barra mengatakan rangkaian kegiatan tersebut nantinya ditutup dengan Pesta Wirausaa Nasional pada akhir 2018 untuk meraih visi menjadi komunitas pengusaha terkemuka dan memiliki kontibusi positif bagi perdaban. "Saya berharap rangkaian kegiatan ini bisa membuat para pengusaha khususnya UMKM untuk tetap optimis, semngat dan pantang mundur," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto


Pewarta : Messa Haris
Editor: Kepulauan Riau 
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Wali Kota Minta Sarjana Ciptakan Lapangan Pekerjaan

20.15
Batam - Para sarjana diminta untuk menciptakan lapangan pekerjaan, bukan lagi mencari kerja atau bercita-cita menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi dalam acara wisuda sarjana dan pascasarjana Universitas Batam (Uniba), Batam.

"Batam kini sedang membangun dan bersaing tidak hanya di dalam negeri tapi juga harus mampu bersaing dengan kota-kota yang ada di luar negeri," kata Rudi.

Ia mengatakan, menjadi sarjana merupakan cita-cita saat duduk di bangku SMA, namun yang disayangkannya apabila telah memdapatkan titel justru sibuk mencari pekerjaan. 

"Dengan gelar dan ilmu yang telah diraih kalian harus membangun negeri," katanya. 

Rudi juga mengajak alumni Uniba agar dapat menyumbangkan pemikiran dan gagasan ke Pemkot Batam demi mewujudkan Batam yang maju.

Rektor Uniba Novirman Jamarun mengatakan saat ini jumlah mahasiswa yang aktif sebanyak 2.933 orang. 

Dosen tetap 207 orang. Uniba memiliki empat fakultas dengan 14 studi, yaitu fakultas kedokteran, manajemen, hukum dan psikologi.

"Fakultas kedokteran merupakan satu-satunya di Provinsi Kepri. Farmasi merupakan prodi kedua," katanya.

Novirman mengatakan pada 2018 Uniba akan mengusulkan studi kedokteran gigi.  Sebagai rektor, ia berpesan agar selepas menyelesaikan studi di Uniba para sarjana dapat menjadi orang yang rendah hati, jujur, pantang menyerah dan bekerja keras.

Kopertis Wilayah X, Hanafi menyampaikan Uniba terus berkembang dan saat ini menjadi yang terbaik di Provinsi Kepri. Ia mengatakan pada 2020 bukan tidak mungkin Uniba masuk 100 universitas terbaik di Indonesia. 

Lulusan Uniba lanjutnya sudah banyak yang bekerja di luar negeri seperti Malaysia, Vietnam dan Korea. 

"Ini membuktikan Uniba sudah mampu bersaing dengan Universitas Nasional maupun Internasional," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto

Pewarta : Messa Haris
Editor: Kepulauan Riau 
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Pemkot Tanjungpinang Buka Peluang Kerja Untuk Masyarakat

19.27
Pemerintah Kota Tanjungpinang membuka peluang kerja untuk masyarakat setempat melalui program Tanjungpinang Night Market (TNM).

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, di Tanjungpinang, Minggu, mengatakan program TNM menyertakan Mobil Toko untuk menghidupkan kembali Pasar Kota Lama Tanjungpinang.

“Konsep Mobil Toko "Moko" di wilayah Kota Lama merupakan bentuk program pemberdayaan ekonomi kerakyatan, agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terfokus di wilayah Bintan Center, tetapi di wilayah Kota Lama, sehingga tingkat perekonomian merata dapat tercipta di Kota Tanjungpinang,” ujarnya.

Wali Kota mengutarakan pemerintah terus berusaha untuk mengembangkan ekonomi di Kota Tanjungpinang. Salah satu program dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan lewat Tanjungpinang night market di wilayah Kota Lama.

Ia mengatakan program tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menghidupkan ekonomi di Kota Lama, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Tanjungpinang.

"Konsep Tanjungpinang night market sudah ada sejak 1939 hingga 1948. Untuk itu pemerintah Kota Tanjungpinang ingin menghidupkan kembali budaya lama yang pernah terjadi di tahun 1948 silam,” ujarnya.

Menurut Wali Kota, keberadaan Tanjungpinang night market akan menambah peluang kerja bagi masyarakat di kota itu. Selain itu, terobosan tersebut upaya membuka ruang bagi UMKM dan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL), dengan menggunakan Moko.

“Dengan begitu, kota akan terata rapi dan akan menghidupkan kembali perekonomian di wilayah Kota Lama,” ujarnya.

Wali Kota mengatakan, konsep TNM tidak akan menghambat aktivitas warga sehari-hari, karena akan dibuka mulai dari pukul 17.00 Wib - 24.00 Wib. Untuk penempatan moko berada di lokasi Jalan Merdeka hingga Jalan Tengku Umar.

Pemerintah Kota Tanjungpinang menyediakan 72 unit Moko dari batuan dana CSR perusahaan setempat, dengan berbagai jenis usaha, seperti pakaian, aksesoris, dan lainnya.

Pemerintah menerapkan aturan untuk penjualan jenis makanan, hanya diperbolehkan menjual makanan yang sudah di kemas, bukan memasak di tempat.

“Contohnya masak nasi goreng, mie goreng, dan sebagainya. Rencananya, pedagang yang menjual makanan basah, akan kita tempatkan di lokasi parkir bekas Bioskop Gembira,” ujarnya.

Wali Kota berharap warga dapat berkesempatan untuk ikut dalam program tersebut, namun terlebih dahulu yang akan diprioritaskan adalah pemilik toko di wilayah Kota Lama dan warga di Kelurahan Tanjungpinang Kota.

Ia berharap, 2020 mendatang, seluruh pedagang kaki lima sudah berjualan fortabel dengan menggunakan moko. Kedepan, secara bertahap, pemko juga akan membenahi pasar baru dan menghidupkan kembali Kota Lama.

"Mudah-mudahan upaya untuk menata Kota dan menigkatkan perekonomian di Kota Tanjungpinang dapat terwujud. Tentu, ini harus ada dukungan dan keterlibatan masyarakat di Kota ini,” ujarnya. (Antara)

Editor: Evy R. Syamsir
Editor: 
COPYRIGHT © ANTARA 2017