Warga Desa Tanjung Irat Kabupaten Lingga Gotong Royong Memperbaiki Jalan Rusak

03.34

LINGGA – Semangat menjaga dan memelihara jalan desa patut diacungi jempol, hal ini seperti yang dilakukan oleh warga Desa Tanjung Irat, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, dimana masyarakat desa tersebut saling bahu membahu dan semangat dalam melakukan kegiatan gotong royong, mengingat kondisi jalan utama yang menghubungkan desa tersebut rusak parah, kini kondisi jalan mulai mulai diperbaiki oleh masyarakat desa.

Baca juga :

Respon positif ini juga disampaikan salah satu warga, yang berharap agar kedepannya, kondisi jalan yang sudah diperbaiki oleh warga desa tersebut, dapat menjadi perhatian pemerintah apakah di pusat atau pemerintah Kabupaten Lingga dan harapannya jalan ini dapat segera di aspal, "Agar warga tiga desa yang menggunakan jalan ini dapat dengan lebih mudah beraktivitas keluar masuk kampung", demikian harapan Darwan salah satu warga desa dalam kegiatan gotong royong perbaikan jalan tersebut, yang juga sebagai salah satu Kepala Dusun di Desa Tanjung Irat.

Hal lain juga diakui oleh plt Kepala Desa Tanjung Irat, Amren yang juga turut serta dalam kegiatan gotong royong memperbaiki jalan utama desa tersebut. Plt kades tersebut mengaku bangga dengan warga desanya yang selalu aktif dalam segala kegiatan pembangunan dalam upaya menjaga aset desa dalam hal ini jalan utama desa. “Kami terus berupaya melakukan pelaksanaan pembangunan di Desa Tanjung Irat dengan selalu melibatkan masyarakat desa, terutama masalah urgen seperti ini, dimana jalan utama desa kami yang rusak parah seperti ini, tentunya hal ini juga menjadi kebanggaan desa dimana dengan kondisi jalan yang sudah diperbaiki dengan kemampuan apa adanya dari warga ini kami berharap kegiatan sehari-hari masyarakat keluar masuk desa menjadi lebih mudah” ujar Amren disela-sela kerja bakti gotong royong bersama warga Desa Tanjung Irat, Ahad (22/07/2018).

Kondisi jalan desa yang diperbaiki adalah jalan-jalan utama yang dilewati oleh air, terutama jalan yang rentan dilewati oleh air saat kondisi musim hujan. 

Beliau juga menambahkan bahwa proses pembangunan desa tidak akan berhasil tanpa kerjasama yang baik antara Pemerintah Desa bersama masyarakat desa.

Lebih lanjut pihaknya berharap agar semangat gotong royong dan kerja bakti bisa selalu dapat selalu dilakukan dengan rutin,kapan dan dimana saja tanpa harus kondisi desa darurat seperti ini. "Tentunya kegiatan positif seperti ini perlu diperkuat, ditambah lagi dengan kebersamaan, kekompakan, gotong royong dan suasana warga yang selalu rukun dalam kerjasama, tentunya ini dapat menjadi salah satu solusi dalam membangun desa” terangnya.

Tak lupa dia mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama masyarakat Desa Tanjung Irat dalam kegiatan ini “Semoga Desa makin maju dan berkembang serta mampu bersaing lebih dengan desa desa lain di Indonesia,” harapnya.  (Musrianto)

Kondisi Jalan Penghubung Tiga Desa Singkep Barat Lingga Memprihatinkan

22.11

LINGGA - Kondisi Jalan Penghubung Antara Tiga Desa di Singkep Barat Kabupaten Lingga kini Sangat memprihatinkan, jalan yang dimaksud adalah jalan yang  menghubungkan antara Desa Langkap, Desa Tanjung Irat, serta Desa Bakong yang saling terhubung dengan kondisi yg sangat butuh perhatian pemerintah kabupaten setempat. Selain itu yang sangat dikhawatirkan adalah keselamatan para pengguna jalan tersebut. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Amren, salah satu pjs Kepala Desa Tanjung Irat.

Jalan penghubung tiga desa yang belum mendapat solusi dari tahun ke tahun untuk akses keluar masuknya semakin memprihatinkan. Saat ini fungsi vital jalan penghubung tiga desa ini salah satunya sebagai jalan masuk desa untuk membawa hasil pertanian, anak-anak bersekolah, kegiatan masyarakat untuk pergi berobat dan pergi ketempat lain tentunya menjadi sangat sulit karena akses jalan rusak parah.

Semoga para pemangku kebijakan dan para penguasa dapat memperhatikan permasalahan ini dengan serius, karena ini merupakan akses utama bagi masyarakat untuk menuju ke Kecamatan Singkep Barat dan Dabo Singkep, demikian harapan Amren.

Semoga kedepannya, kondisi jalan penghubung antar desa ini dapat segera berubah menjadi lebih baik dan menjadi salah satu perhatian khusus dari para pemangku kebijakan di bumi berazam ini. *musrianto

Kegiatan Pengerasan Jalan Desa Lanjut Berlangsung Sukses

19.07

LINGGA - Bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2018, Alhamdulillah, kini telah sukses menyelesaikan kegiatan fisik pengerasan jalan RT.02 RW.05 Dusun 1 Lanjut Kecamatan Singkep Pesisir sepanjang 350 Meter.

Adapun kegiatan pengerasan jalan melalui anggaran DD berupa pengerasan jalan tersebut, bertujuan untuk memudahkan masyarakat khususnya dalam menjalankan kegiatan pekerjaan sehari hari masyarakat, terutama bagi mereka Yanga bekerja dikebun kebun, dan tentunya ini berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat itu sendiri. 

"Karena sebelum diperbaiki seperti sekarang, kondisi jalan ini rusak, becek ketika hujan dan dalam kondisi yang kurang layak sehingga mengkhawatirkan keselamatan para pengguna jalan" kata Sekdes Desa Lanjut, Nazaruddin.

Beliau juga menambahkan,bahwa keputusan membangun dan memperbaiki jalan tersebut berdasarkan usulan dari warga desa melalui musyawarah dan dimana warga sangat membutuhkan pengerasan dengan memanfaatkan anggaran DD 2018 tersebut.

"Tentunya kami berharap kepada pemerintah ke depannya agar jalan tersebut dapat lagi ditingkatkan menjadi jalan semenisasi bahkan aspal," harapan pria yang telah menjadi sekdes sejak tahun 2003 ini.

Tentunya dengan kegiatan pengerasan jalan Desa Lanjut ini warga setempat juga berharap, Pemerintah Daerah (Pemda) Lingga bisa meningkatkannya lagi dengan semenisasi bahkan jika dimungkinkan bisa dilakukan pengaspalan.
*Musrianto

Rambut Berikut Kulit Kepala Anak Ini Lepas Karena Terlilit Mesin Perahu

02.58
Lingga - Kejadian mengenaskan menimpa seorang gadis di Dusun Pulau Baru, Desa Pulau Bukit, Senayang, Kabupaten Lingga. Jerit dan rintihan kesakitan bergema di laut, ketika seluruh rambut di kepalanya terkuliti.

Lilitan baling-baling (mesin propeler) sebuah perahu pompong menarik rambut terurai itu

Bagaimana bisa hal itu terjadi? Anita tampaknya termasuk gadis pemberani. Ia hanya berdua dengan saudarinya mengemudikan pompong berukuran 1 GT tersebut.

Gadis ini ternyata sudah lihai dalam mengarungi laut dengan pompong. Namun seperti biasa, ketika air masuk menggenangi lambung perahu, maka ia akan mengurasnya.

Sore itu, Selasa (10/7/2018). Pelajar kelas 2 SMP ini hendak bertolak ke Dusun Durian yang berjarak ratusan meter dari kediamannya di Pulau Baru.

Namun, saat masih berada di perairan Pulau Baru, rambutnya yang panjang itu terurai ke air. Ia sangat dekat dengan baling-baling mesin. Tak pelak rambutnya langsung terlilit.

Anita menjerit. Ia mencoba bertahan sekuat tenaga. Jika tidak kepalanya pun bisa hancur dilindas kipasan propeler yang begitu kuat.

Syukur, nasib baik masih menaungi  gadis 16 tahun ini. Mesin itu tiba-tiba mati, akibat tersendat. Namun darah bercerean di wajahnya. Kepalanya tampak terkuliti. Sangat pedih.

Tak ayal, dengan mengumpulkan tenaga yang ada, ia dan saudarinya mencari bantuan nelayan lain. Penanganan medis sempat dilakukan di Puskemas setempat

Hingga akhirnya pihak keluarga membawanya ke RS. Awal Bross Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan intensif.

Hingga saat ini media sosial ramai memberitakan insiden Anita yang menggugah hati ini. Beberapa penggalangan dana mereka lakukan, untuk menyembuhkan Anita sehingga mahkota di kepalanya kembali seperti sedia kala.
Aamin, InsyaAllah
(fox/ruz)
Copyright: batamnews.co.id

Himbauan:
SatuPortal.Net bersama Kitabisa.Com/BantuKepalaAnita mencoba untuk membantu meringankan beban cobaan Anita yakni dengan menggalang dana bantuan terbaik anda, untuk meringankan beban Anita dan keluarganya  untuk biaya pengobatan, dengan mendermakan serta mendonasi kan sedikit dari penghasilan anda dengan cara klik disini 👇 https://kitabisa.com/BantuKepalaAnita

Pesona Destinasi Wisata Pantai Ketam Tanjung Balai Karimun

01.38
Pesona Destinasi Wisata Pantai Ketam Tanjung Balai Karimun
Pantai Ketam merupakan salah satu pantai yang terletak di Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau  (Kepri).
Pantai dengan lebar kurang lebih 500 meter ini terletak berdampingan dengan 
Pantai Pongkar yang terletak di Desa Pongkar, Kecamatan Tebing.

Pantai ini menjadi tempat destinasi Wisata yang cukup diminati khususnya masyarakat lokal sebagai tempat wisata, tak hanya dihari libur, namun dihari hari kerja pun,pantai ini masih dikunjungi para wisatawan.
Membaca nama pantai yang satu ini, kita mungkin akan fikiran banyak hewan ketam di pantai ini. Tapi sebentar penyebutan pantai ketan ini konon karena dahulu pantai ini pernah dijadikan sebagi tempat penangkaran ketam oleh penduduk setempat. Namun kemungkinan besar melihat potensi budidaya ketam ini kurang berpotensi,maka oleh pemilik, tempat ini diubah menjadi tempat wisata pantai.
Seperti pantai pada umumnya, pantai ketam memang perlu banyak dilakukan pembenahan, sarana dan prasarana nya.
Melihat suasana laut dan menikmati semilir angin yang bertiup dipantai ini cukuplah bagi anda yang angin sebentar melepas lelah, untuk juga bertafakur melihat alam dan keagungan Allah Ta'ala sang pencipta.
Semoga bermanfaat.

Pertama di Indonesia, Alias Wello Mundur sebagai Bupati Lingga

18.53
TANJUNGPINANG – Untuk pertama kalinya di Tanah Air seorang bupati mengundurkan diri dari jabatannya, bukan karena masalah. Bukan karena sakit keras, dan bukan karena diberhentikan paksa karena korupsi.
Juga bukan karena tertangkap tangan menerima suap atau tertangkap basah karena berbuat asusila dengan bawahannya atau dengan siapapun.
Alias Wello menjadi kepala daerah pertama di Tanah Air, yang mengundurkan diri dari jabatan Bupati Lingga. Untuk maju sebagai calon anggota DPD RI. Keinginan mundur itu sudah disampaikannya sejak awal tahun 2018 ini.
Dan, diwujudkannya dalam bentuk tertulis.  Surat pengunduran diri itu diajukan secara tertulis ke Mendagri melalui Gubernur Kepri, Kamis (5/7/2018). Pengunduran diri Alias Wello sudah diserahkan Ady Indra Pawennari ke Kantor Gubkepri di Dompak.
Alias Wello menjabat sebagai Bupati Lingga periode 2016 -2021 bersama M Nizar sebagai wakilnya. Jika pengunduran diri Alias Wello diterima Mendagri, maka M Nizar akan melanjutkan tugasnya dari wabup menjadi Bupati Lingga.
“Benar, pengunduran diri tertulis Bupati Lingga sudah saya serahkan ke Kantor Gubernur Kepri,” kata Ady menjawab suarasiber.com, Senin (9/7/2018). (mat)
Copyright: suarasiber.com

Jumlah Anak Gizi Buruk Dilingga MeningkatPada 2018

00.39
 Lingga- jumlah anak yang menderita kurang gizi di wilayah Kabupaten lingga terhitung januari hingga mai 2018 ini sebanyak 18 orang, Angka anak mengalami kurang gizi ini lebih tinggi dari data yang tercatat dari tahun sebelumnya
Di tahun 2017 lalu di-kabupaten lingga tercatat jumlah anak yang mengalami gizi buruk sebanyak 15 anak Adapun dari angka tersebut jumlah terbesar anak yang mengalaminya lebih banyak terdapat di kawasan ruang lingkup Puskesmas Dabo lama.
Menurut bagian pengolahan Data Gizi, Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga, Fitri jum’at (29/6) di ruang kerjanya mengatakan, ditahun 2018 ini jumlah anak kurang gizi di wilayah kabupaten lingga sedikit lebih tinggi, hal ini berdasar kan data yang di input dari seluruh puskesmas yang ada di seluruh wilayah kabupaten lingga tercatat dari bulan Januari hingga Mai 2018 ini sudah tercatat sebanyak 18 anak yang mengalami gizi kurang.
Dengan rincian di bulan januari 2 orang, februari 1 orang, maret 9 orang, dan April 4 serta mai 2 orang, kata Fitri.
Fitri menyampaikan, untuk menanggulangi anak kurang gizi diwilayah kabupaten lingga, kepada anak di berikan asupan berupa, Biskuit bantuan dari Pemerintah Pusat. Kemudian di salurkan Dinkes lingga melalui puskesmas dan Posyandu yang ada.
Dikatakannya juga dari asupan yang di berikan ini, di tahun lalu satu orang anak yang mengalami gizi buruk sudah mengalami perbaikan dan di tahun ini 2 orang, ucap Fitri.( juhari)
Copyright :
Berita: singkepkini.com
Gambar: antarafoto.com