Polres Asahan Bekuk Pelaku Pembakaran Rumah, Warung dan 4 unit Mobil

18.18

Kisaran,-  Petugas Satuan Reskrim Polres Asahan dan Polsek Pulau Raja membekuk seorang pelaku pembakaran satu unit rumah di Dusun 3 Desa Aek Loba Kecamatan Aek Kuasan Kabupaten Asahan yang terjadi Selasa (04/12) lalu. 

Kejadian pembakaran rumah tersebut terjadi di Dusun 3 Desa Aek Loba Kecamatan Aek Kuasan Kabupaten Asahan yang terjadi Selasa (04/12) sore lalu. Petugas Polsek Pulo Raja menerima informasi dari Kepala Desa Aek Loba bahwa rumah warga yang bernama Anto Tarigan dibakar oleh orang tidak dikenal. Petugas Kepolisian Polsek Pulau Raja dan Polres Asahan kemudian mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi mata. 

Dari keterangan beberapa orang warga, polisi mencurigai seorang pelaku yang bernama Luhut May Fredi Hutagalung. Petugas kemudian melakukan pengejaran dan menangkap pelaku saat sedang berada di warung tuak di Dusun 1 Desa Pulau Rakyat Tua Kecamatan Pulau Rakyat Kabupaten Asahan. 

Saat di mintai keterangan, pelaku mengakui perbuatan nya telah membakar rumah milik Anto Tarigan. Selain itu pelaku juga mengakui pernah membakar warung tuak milik Ronni Rumapea di Dusun 3 Desa Aek Loba Kecamatan Aek Kuasan, membakar 3 unit mobil di Dusun 1 Desa Aek Loba Afdeling 1 Kecamatan Aek Kuasan serta membakar 1 unit mobil di Dusun 2 Desa Aek Loba Afdeling 1 Kecamatan Aek Kuasan Kabupaten Asahan. 6 peristiwa pembakaran tersebut dilakukan nya dalam 2 bulan terakhir. 

Saat di tanyai oleh awak media, tersangka mengatakan tidak memiliki masalah dengan pemilik rumah dan mobil. "Enggak ada masalah aku sama pemilik rumah atau pun pemilik mobil itu bang. Ku bakar gitu aja rumah dan mobil-mobil itu," jelas Luhut kepada wartawan. 

Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. mengatakan, 6 peristiwa pembakaran yang terjadi dalam 2 bulan terakhir di wilayah Hukum Polsek Pulau Raja telah berhasil di ungkap oleh Tim Sat Reskrim Polres Asahan dan Polsek Pulau Raja. 

"Hasil interogasi sementara bahwa pelaku merupakan "alkoholic" atau peminum minuman keras jenis tuak, sehingga memicu untuk melakukan tindak pidana. Namun kami masih mendalami dan jika diperlukan kita akan membawa tersangka ke Polda Sumut untuk di periksa kejiwaan nya," jelas Faisal di dampingi oleh Kasat Reskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja dan Kapolsek Pulau Raja Iptu Rianto saat menggelar temu pers di Mapolres Asahan Jumat (07/12). 

Menurut keterangan tersangka, lanjut Faisal, pelaku yang juga merupakan residivis kasus narkoba tahun 2012 tersebut melakukan perbuatan nya seorang diri dan dalam keadaan mabuk. Pelaku juga pernah merasa sakit sakit karena permintaan nya untuk menambah minuman tuak tidak dipenuhi oleh pemilik warung.

"Saat ini tersangka masih menjalani proses pemeriksaan di Polres Asahan, akan dijerat dengan Pasal 188 Junto Pasal 187 Kitab Undang Undang Hukum Pidana," pungkas Faisal.

@irul

Kapolda Sumut Hadiri Tabligh Akbar di Masjid Agung Ahmad Bakrie Kisaran

18.14


Kapolda Sumut : Agama Itu Membawa Pesan Kesejukan dan Kedamaian.

ASAHAN,- Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto tiba dan mendarat di lapangan tenis Mapolres Asahan dengan menggunakan helikopter Polisi.

Kedatangan orang nomor satu di Polda Sumatera Utara ini untuk menghadiri Tablig Akbar di Masjid Agung Ahmad Bakrie, kota Kisaran, Kamis (6/12) Asahan.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan dengan tausiah yang disampaikan penceramah ustadz Riza Muhammad semoga Sumatera Utara khususnya Kabupaten Asahan semakin sejuk dan damai. Karena saat ini, tensi politik pasca pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur masih lumayan tinggi, apalagi di bulan April 2019 masyarakat akan memilih presiden dan anggota legislatif.

"Semoga dengan banyak mendengarkan tausiah dan ayat Alquran, kita semua semakin dipersatukan karena kita semua bersaudara," katanya.

Agus menyatakan, kebanyakan sekarang ini yang terjadi, Tuhannya sama, Nabinya sama, pendapatannya berbeda, partai dan pilihannya berbeda kok malah dimusuhi, inikan aneh.

"Pilihan boleh beda, yang tidak boleh itu bertikai dan berantam. Perbedaan itu merupakan suatu berkah yang harus disukuri karena merupakan sebuah kekuatan untuk mempersatukan bangsa. Indonesia ini merdeka karena banyak suku bangsa yang menyatu," ucapnya.

Kata Agus, kalau Allah menginginkan semua manusia diciptakan sama, bukanlah sesatu yang sulit. Tapi Allah menciptakan manusia itu berbeda beda dan banyak karakter, untuk menjaga semua itu, Allah memberikan Alquran dan Hadis sebagai pegangan hidup.

Agus juga menjelaskan dihadapan 5 ribu jamaah, Indonesia itu sangat besar dan harus dijaga, hendaknya kita semua harus mampu membangun kerjasama sesama umat manusia agar Sumut ini tetap aman, damai dan kondusif.

"Saya mohon, kita jangan mau diadu domba, karena kita diberikan akal dan pikiran. Agama itu membawa kesejukan dan kedamaian bukan membawa perpecahan," ujarnya.

Kapolda Sumatera Utara didampingi oleh Dir Intelkan Kombes Dedi Kusuma Bakti, Kabid Humas Kombes Tatan Dirsan Atmaja, Dir Binmas Kombes Hondawan Naibaho.
@irul