Kadis Sosial Batubara Tangkap Pengemis Eksploitasi Anak

01.07
Batubara -  Seorang pengemis perempuan membawa dua orang anak ditangkap Kadis Sosial Batubara  Drs. Bahrumsyah saat mengemis di warung  Wappres di samping Mapolres Batubara di Lima Puluh,  Kamis (25/4).

" Kamu sudah pernah saya peringatkan. Sekarang kamu saya bawa kepolisi, anak anak ini saya bawa ke panti asuhan, " kata Kadis Sosial Batubara Bahrumsyah.

Menurut Bahrum sebelumnya ia sudah pernah memperingatkan perempuan berusia sekitar 35 tahun itu untuk tidak mengeksploitasi anak anak saat mengemis. Perempuan yang tidak mau menyebutkan namanya itu selalu berubah ubah saat ditanya alamat rumahnya. Sekali ditanya Tebingtinggi, sekali Sei Langgei, sekali Tanjungtiram. 

" Tolonglah pak, ini anak saya, janganlah pak, tolonglah, " ujar perempuan kurus berjilbab ini.
Sebelum melepaskan pengemis wanita dan dua anak ini Bahrum memberikan uang Rp 100.000.
" Ini terakhir kali ya, sekali lagi kamu saya jumpai saya tidak tolerir, anak anak ini saya titipkan ke panti asuhan, untuk kamu saya bawa ke polisi. Sekarang pulanglah," kata Bahrum.

Ditempat yang sama wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten  Batubara  Sawaluddin Pane berujar,  pada  tahun 2016 orang ini sudah pernah berjanji kepada KPAID untuk tidak membawa anak saat mengemis.

Dikatakannya menurut UU No. 35 tahun 2014 , perobahan UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, bahwa  membawa anak dalam mengemis ini adalah eksploitasi anak yang bisa diancam pidana, ancaman hukumnya sampai 7 tahun penjara.

" Anak anak ini seharusnya bisa sekolah, bermain bersama teman-temannya, kalau seperti ini mereka jadi tidak bisa menikmati masa kecilnya, " kata Sawal. 

Perempuan ini mengaku rata rata penghasilannya mengemis sekitar Rp 50.000, namun menurut Bahrum dan KPAID, perempuan ini tidak jujur.

(Ok Chairul Anwar)

Suami Membunuh Istri Karena Cemburu Buta

01.00
Batubara Sumut - Rosmawati (41), seorang ibu rumah tangga ditemukan tewas bersimbah darah di rumah orang tua korban, Desa  Aras  Kecamatan  Air  Putih  Kabupaten  Batu bara   pada  pukul 04.00 subuh  pagi tadi  jumat  (26-04-2019).
Ibu rumah tangga ini bersimbah darah dibunuh oleh pria tidak lain adalah suaminya sendiri yang berinisial Z (58)

“Korban dibunuh dengan dibacok hingga tak bernyawa lagi, peristiwa  pembacokan  ini sebelum ny di awali perkelahian  antara  korban  dengan suaminya sekitar  pukul  3 pagi, hal ini diketahui oleh adik  ipar  korban  terbangun  mendengar  suara  minta  tolong,” kata Akp D.habeahan.

Setelah melakukan pembunuhan terhadap istrinya sendiri Z sempat minum racun untuk bunuh diri, namun tidak mati dan akhirnya menyerahkan diri ke polisi. Pelaku kini sudah ditahan oleh fihak kepolisian.

“Tersangka tidak melarikan diri dan kami sudah mengamankan tersangka untuk nantinya diadili di persidangan untuk mempertanggungjawabkan kejahatannya” demikian tutup Akp D.habeahan.
(@k Chairul Anwar)

Bupati Ajak PPNI Bersinergi Dengan Pemerintah

17.52
Batubara - Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Batubara menggelar bakti sosial (Baksos).
Ketua DPD PPNI Kabupaten Batubara, Musli Ardi S Kep Ns, Selasa (16/4) mengajak semua perawat dapat mengabdi dan menjalankan tugas  dengan ikhlas serta penuh tanggungjawab agar harapan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan prima dapat tercapai.

"Karena perawat merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan,"katanya.
Musli Ardi, kegiatan Baksos HUT ke 45 PPNI di Batubara dirangkai dengan pemberian santunan bantuan kepada 50 kaum duaffa dan miskin, berupa beras, minyak goreng dan uang santunan.
HUT PPNI tahun 2019 kali ini digelar diaula kantor Bupati bertemakan "Keluarga dan Masyarakat Sehat Bersama Perawat".

Ia juga mengatakan siap bersinergi dengan pemerintah dalam menyukseskan kesehatan di Kabupaten Batubara, " Melalui forum ini saya berpesan kepada seluruh perawat untuk terus tingkatkan senergi profesi dan SDM guna memberikan pelayanan kesehatan masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Batubara.

Acara dihadiri Bupati Batubara Ir Zahir MAP diwakili Asisten I Sekdakab Iskandar Lubis SH, Kadis Kesehatan dr Dewi Chaylati MKes dan 150 undangan. Jajaran pengurus Dewan Pengurus Komisariat dan seluruh undangan organisasi profesi, IDI IBI, IAKMI, Persagi dan Apoteker, Kadis Kesehatan Batubara dr Dewi Chaylati MKes, Asisten I Sekdakab Batubara Iskandar Lubis SH. Sumber dana dari Donasi keanggotaan PPNI dalam kelengkapankelengkapan Satuan Kredit Profesi ( SKP).
Bupati Batubara melalui Asisten I Sekdakab Iskandar Lubis SH, mengajak seluruh organisasi kesehatan yang ada untuk bersinergi dengan pemerintah.
"Keluarga besar Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Batubara agar dapat bersinergi bersama pemerintah daerah terutama dalam upaya pengembangan serta peningkatan kwalitas dan keterampilan profesi keperawatan",kataI Iskandar.
"Sehingga upaya kita untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dapat terealisasi dengan cepat, dibawah kepemimpinan Bupati Batubara Ir Zahir MAP dan Wakil Bupati Oky Iqbal Frima SE", pintanya. (OK Chairul Anwar )

BNN Amankan 60 Bungkus Besar Diduga Sabu di Batubara Sumut

05.25

Batubara-SUMUT - Team  Tersangka Mantan Anggota Polri Diamankan BNN sekaligus Beserta 60 Bungkus Besar Diduga Sabu. BNN yang di Pimpinan oleh  KOMBES Leo Bona Lubis telah mengamankan dengan  memberhentikan 1 unit mobil Kijang Inova warna Abu Abu dengan Nomor Polisi BM 1033 BA.

Saat  di lakukan penggeledahan  terdapat 3 buah tas yang berisikan 60 bungkus sabu di jalan lintas di wilayah perlintasan Kereta Api Desa Kebun Kopi Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batubara, Jumat (12/04/2019) sekitar pukul 12.00 WIB.

Kapolres Batubara AKBP Robin Simatupang, SH. M. Hum melalui Kapolsek Indrapura AKP D Habeahan membenarkan penangkapan tersebut. Dikatakan kedua tersangka  Setiawan alias  Al Ghazali (23)  warga Jln.  Tuaka gg. Rindang Permata Kel. Pekan Arba Kec. Tembilahan Riau dan  tersangka Santo  (36) warga  Jl. Jati gg. Jati 1 Blok Nomor 7 Kel. Kampung Baru Kec. Senapelan Kota Pekan Baru  diboyong oleh  team BNN Pusat ke Polsek Indrapura.

Dari pemeriksaan awal tersangka Setiawan  mengaku mantan anggota Polri yang sudah dipecat dengan Pangkat BRIPDA NRP 95070082.
Kemudian sekitar pukul 13.30 WIB. tersangka dan Team BNN Pusat bergerak menuju Medan  untuk proses pengembangan selanjutnya.

(Kontributor : ok chairul anwar).