Daerah

Nasional

Internasional

Recent Posts

Polres Asahan Tembak 2 Tersangka Sindikat Jaringan Narkoba Internasional, sita 11 Kg Sabu asal Malaysia

19.49

Kisaran,-  Petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan meringkus 2 orang tersangka sindikat jaringan pengedar narkotika internasional asal Malaysia di jalan umum dusun 8 Perkebunan PTPN IV Ajamu Desa Teluk Sentosa Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara, Rabu (12/12) Kemarin. Dari ke 2 tersangka, petugas menyita 11 bungkus besar kemasan teh warna hijau yang berisi sabu sabu seberat 11 kilogram. Kedua tersangka terpaksa dihadiahi timah panas dibagian kaki, karena melakukan perlawanan kepada petugas saat hendak di tangkap.

Berdasarkan informasi yang diterima, peredaran narkotika jaringan internasional ini berhasil dibongkar setelah petugas melakukan pengintaian selama 2 bulan. Pada bulan Oktober 2018 lalu, petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan mendapat informasi adanya sindikat narkoba jaringan Malaysia yang akan masuk ke wilayah Sumatera Utara melalui perairan Kabupaten Asahan. Berdasarkan informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan dan mendapat kembali mendapat informasi akan ada kapal membawa narkotika yang masuk ke perairan Asahan. 

Setelah 2 bulan melakukan penyelidikan, pada hari Selasa (11/12) kemarin, petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan membuntuti satu kapal yang datang dari Malaysia menuju ke perairan laut Asahan. Petugas terus mengikuti kapal tersebut hingga masuk ke perairan berombang Kabupaten Labuhan Batu dan bersandar di aliran sungai Sei Barumun. Petugas yang terus melakukan pengintaian akhirnya menangkap kedua tersangka saat melintas dengan mengendarai sepeda motor di jalan umum dusun 8 Perkebunan PTPN IV Ajamu Desa Teluk Sentosa Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara, Rabu (12/12) Kemarin. Namun pada saat hendak ditangkap, kedua tersangka melakukan perlawanan terhadap petugas dan berusaha melarikan diri, sehingga kedua nya diberikan tindakan tegas dan terukur di bagian kaki. 

Petugas kemudian memeriksa tas ransel yang dibawa oleh kedua tersangka, dan menemukan 8 bungkus besar kemasan teh yang didalam nya berisi narkotika jenis sabu-sabu. Petugas kemudian memeriksa jok sepeda motor yang digunakan oleh para tersangka, dan kembali menemukan 3 bungkus besar kemasan teh yang juga berisi sabu-sabu. Kedua pelaku bersama barnag bukti kemudian diboyong ke Polres Asahan untuk di proses lebih lanjut. 

Kedua tersangka masing-masing Rinalta Sembiring Pandia (30), warga Pasar 4 Tuntungan Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang dan Bahtera Sembiring Kembaren (41) warga Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang. Dari kedua tersangka disita barang bukti 11 bungkus kemasan teh berisi sabu-sabu, 1 tas ransel, 2 unit handphone dan satu unit sepeda motor Yamaha N-Max BK 3787 AHF. 

Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. mengatakan bahwa sabu sabu tersebut berasal dari Negara Malaysia dan rencana nya akan di edarkan di kota Medan. "Kedua tersangka disuruh oleh seseorang yang berinisial P-G untuk menjemput sabu-sabu tersebut dan di janjikan upah 6 juta rupiah. P-G merupakan narapidana di salah satu Lembaga Pemasyarakatan di Sumatera Utara," papar Faisal yang di dampingi Waka Polres Asahan Kompol Taufik, Kabag Ren Polres Asahan Kompol Yatim, Kasat Narkoba AKP Wilson Siregar, Kasubbag Humas Polres Asahan Iptu Tisna, Kasi Propam Polres Asahan Iptu Cecep Suhendra saat temu pers di Mapolres Asahan Kamis (13/12) sore. 

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Asahan H. Surya beserta Ketua DPRD Kabupaten Asahan H. Benteng Panjaitan, perwakilan Dandim 0208/ Kisaran, Ketua KONI Asahan Nurkarim Nehe serta sejumlah tokoh agama Kabupaten Asahan mengapresiasi kinerja Kapolres Asahan dalam mengungkap peredaran narkotika di Kabupaten Asahan. "Kami atas nama Pemerintahan Kabupaten Asahan mengapresiasi dan mengacungkan jempol kepada Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu yang baru tiga minggu  bertugas di Polres Asahan dan berhasil mengagalkan peredaran narkotika jenis sabu-sabu. Prestasi ini menjadi catatan Pemerintah Kabupaten Asahan atas keberhasilan Kapolres Asahan dalam menggagalkan peredaran narkoba jaringan internasional. Kami berharap kepada Kapolda Sumatera Utara agar memberikan Reward kepada Kapolres Asahan beserta jajaran Satuan Reserse Narkoba dalam penggagalan peredaran narkotika ini," ujar Wakil Bupati Asahan H. Surya kepada wartawan. 

Kapolres Asahan Faisal Napitupulu mengatakan bahwa terungkap nya jaringan pengedar narkotika internasional ini merupakan bukti keseriusan pihak nya dalam memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Asahan. Faisal juga mengajak masyarakat Kabupaten Asahan untuk bersama-sama menyatakan perang terhadap narkoba. "Kami tidak akan memberi ampun bagi para bandar maupun pengedar narkotika. Jangan coba-coba mengedarkan Narkotika di Kabupaten Asahan, siapapun pelaku nya pasti akan kami tindak tegas," pungkas orang nomor satu di Polres Asahan tersebut.
@irul

Polres Asahan Bekuk Pelaku Pembakaran Rumah, Warung dan 4 unit Mobil

18.18

Kisaran,-  Petugas Satuan Reskrim Polres Asahan dan Polsek Pulau Raja membekuk seorang pelaku pembakaran satu unit rumah di Dusun 3 Desa Aek Loba Kecamatan Aek Kuasan Kabupaten Asahan yang terjadi Selasa (04/12) lalu. 

Kejadian pembakaran rumah tersebut terjadi di Dusun 3 Desa Aek Loba Kecamatan Aek Kuasan Kabupaten Asahan yang terjadi Selasa (04/12) sore lalu. Petugas Polsek Pulo Raja menerima informasi dari Kepala Desa Aek Loba bahwa rumah warga yang bernama Anto Tarigan dibakar oleh orang tidak dikenal. Petugas Kepolisian Polsek Pulau Raja dan Polres Asahan kemudian mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi mata. 

Dari keterangan beberapa orang warga, polisi mencurigai seorang pelaku yang bernama Luhut May Fredi Hutagalung. Petugas kemudian melakukan pengejaran dan menangkap pelaku saat sedang berada di warung tuak di Dusun 1 Desa Pulau Rakyat Tua Kecamatan Pulau Rakyat Kabupaten Asahan. 

Saat di mintai keterangan, pelaku mengakui perbuatan nya telah membakar rumah milik Anto Tarigan. Selain itu pelaku juga mengakui pernah membakar warung tuak milik Ronni Rumapea di Dusun 3 Desa Aek Loba Kecamatan Aek Kuasan, membakar 3 unit mobil di Dusun 1 Desa Aek Loba Afdeling 1 Kecamatan Aek Kuasan serta membakar 1 unit mobil di Dusun 2 Desa Aek Loba Afdeling 1 Kecamatan Aek Kuasan Kabupaten Asahan. 6 peristiwa pembakaran tersebut dilakukan nya dalam 2 bulan terakhir. 

Saat di tanyai oleh awak media, tersangka mengatakan tidak memiliki masalah dengan pemilik rumah dan mobil. "Enggak ada masalah aku sama pemilik rumah atau pun pemilik mobil itu bang. Ku bakar gitu aja rumah dan mobil-mobil itu," jelas Luhut kepada wartawan. 

Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. mengatakan, 6 peristiwa pembakaran yang terjadi dalam 2 bulan terakhir di wilayah Hukum Polsek Pulau Raja telah berhasil di ungkap oleh Tim Sat Reskrim Polres Asahan dan Polsek Pulau Raja. 

"Hasil interogasi sementara bahwa pelaku merupakan "alkoholic" atau peminum minuman keras jenis tuak, sehingga memicu untuk melakukan tindak pidana. Namun kami masih mendalami dan jika diperlukan kita akan membawa tersangka ke Polda Sumut untuk di periksa kejiwaan nya," jelas Faisal di dampingi oleh Kasat Reskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja dan Kapolsek Pulau Raja Iptu Rianto saat menggelar temu pers di Mapolres Asahan Jumat (07/12). 

Menurut keterangan tersangka, lanjut Faisal, pelaku yang juga merupakan residivis kasus narkoba tahun 2012 tersebut melakukan perbuatan nya seorang diri dan dalam keadaan mabuk. Pelaku juga pernah merasa sakit sakit karena permintaan nya untuk menambah minuman tuak tidak dipenuhi oleh pemilik warung.

"Saat ini tersangka masih menjalani proses pemeriksaan di Polres Asahan, akan dijerat dengan Pasal 188 Junto Pasal 187 Kitab Undang Undang Hukum Pidana," pungkas Faisal.

@irul