Daerah

Nasional

Internasional

Recent Posts

Situasi Batubara Kondusif Razia Tim Gabungan Diduga Bocor

01.58

Batubara I Tim gabungan melaksanakan kegiatan razia dan sweeping di Wilayah Hukum Polres Batu Bara dalam rangka cipta kondisi pada saat bulan suci ramadhan dan antisipasi gangguan kamtibmas pasca penetapan hasil pemilu 2019, Rabu (22/05) malam hingga dini hari.


Kapolres Batubara AKBP Robin Simatupang, SH. M. Hum melalui Kasie Humas Polres Batubara Aiptu Ismunazir menjelaskan hal itu Kamis (23/05). Disebutkan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Batubara kondusif dan aman.


Sararan tim gabungan adalah  Hotel, Tempat Hiburan Malam, serta Tempat Tempat yang sudah di tentukan sebagai tempat penyakit masyarakat.
Tim gabungan terdiri atas Polres Batu Bara sebanyak 21 personil, Dinas Sosial Kabupaten Batu Bara sebanyak 13 Personil, Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara sebanyak 2 Personil.


Selain itu juga turut bergabung dengan tim gabungan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Batu Bara sebanyak 9 Personil, Dinas Perhubungan Kabupaten Batu Bara sebanyak 8 Personil,  Sat Pol PP Kabupaten Batu Bara sebanyak 6 personil, dan BNN Kabupaten Batu Bara sebanyak 10 personil.


Pelaksanaan razia dan sweeping tim gabungan terbagi atas 2 tim dimana Tim I dipimpin oleh Perwira Pengendali Kasat Narkoba Polres Batubara  AKP Kusnadi dan Tim II dipimpin Perwira Pengendali KBO Sat Narkoba Polres Batu Bara  IPTU Yahman.


Tim I menyasar wilayah Polsek Indrapura.  Di lokasi Hotel Parna Jaya tim tidak di menemukan pengunjung hotel selanjutnya tim bergerak ke Arwana Hotel namun tidak di temukan pengunjung hotel selanjutnya tim bergerak ke Hotel Wilgan.


Sekitar Pukul 23.00 Wib tiba di Hotel Wilgan  dan di temukan pengunjung seorang laki laki tanpa pasangan,  kemudian di lakukan pengecekan Urine dan hasil negatif narkoba. Selanjutnya tim bergerak menuju cafe Mansyur namun cafe terlihat tutup.


Selanjutnya tim bergerak menuju Pajak Delima Indrapura dan bergabung bersama Tim II untuk istirahat sejenak sebelum kembali ke Mapolres Batubara di Lima Puluh.


Sementara Tim II yang juga menyasar Wilkum Polsek Indrapura. Saat tiba di King  Karaoke Night terlihat pintu gerbang di tutup dan di gembok,  selanjutnya tim bergerak menuju cafe Lesehan Biru.

Seperti King Karaoke, ternyata Karaoke Lesehan Biru terlihat tutup dan hanya ada penjaga malam bernama Nazarianto. Selanjutnya tim bergerak menuju penginapan atau hotel Mutiara In.

Setiba di Hotel Mutiara In tim juga gigit jari karena pengunjung hotel tidak ada. Selanjutnya tim bergerak menuju ke Pajak Delima Indrapura dan bergabung bersama Tim I untuk istirahat sejenak sebelum kembali ke Mapolres Batubara.

Tidak ditemukannya pengunjung saat razia tim gabungan menurut warga diduga akibat informasi razia telah bocor sebelumnya. (OK Chairul)

Kadis Sosial Batubara Tangkap Pengemis Eksploitasi Anak

01.07
Batubara -  Seorang pengemis perempuan membawa dua orang anak ditangkap Kadis Sosial Batubara  Drs. Bahrumsyah saat mengemis di warung  Wappres di samping Mapolres Batubara di Lima Puluh,  Kamis (25/4).

" Kamu sudah pernah saya peringatkan. Sekarang kamu saya bawa kepolisi, anak anak ini saya bawa ke panti asuhan, " kata Kadis Sosial Batubara Bahrumsyah.

Menurut Bahrum sebelumnya ia sudah pernah memperingatkan perempuan berusia sekitar 35 tahun itu untuk tidak mengeksploitasi anak anak saat mengemis. Perempuan yang tidak mau menyebutkan namanya itu selalu berubah ubah saat ditanya alamat rumahnya. Sekali ditanya Tebingtinggi, sekali Sei Langgei, sekali Tanjungtiram. 

" Tolonglah pak, ini anak saya, janganlah pak, tolonglah, " ujar perempuan kurus berjilbab ini.
Sebelum melepaskan pengemis wanita dan dua anak ini Bahrum memberikan uang Rp 100.000.
" Ini terakhir kali ya, sekali lagi kamu saya jumpai saya tidak tolerir, anak anak ini saya titipkan ke panti asuhan, untuk kamu saya bawa ke polisi. Sekarang pulanglah," kata Bahrum.

Ditempat yang sama wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten  Batubara  Sawaluddin Pane berujar,  pada  tahun 2016 orang ini sudah pernah berjanji kepada KPAID untuk tidak membawa anak saat mengemis.

Dikatakannya menurut UU No. 35 tahun 2014 , perobahan UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, bahwa  membawa anak dalam mengemis ini adalah eksploitasi anak yang bisa diancam pidana, ancaman hukumnya sampai 7 tahun penjara.

" Anak anak ini seharusnya bisa sekolah, bermain bersama teman-temannya, kalau seperti ini mereka jadi tidak bisa menikmati masa kecilnya, " kata Sawal. 

Perempuan ini mengaku rata rata penghasilannya mengemis sekitar Rp 50.000, namun menurut Bahrum dan KPAID, perempuan ini tidak jujur.

(Ok Chairul Anwar)